4 Mitos Tentang Kanker Yang Terjadi Di Kehidupan Sehari Hari

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Tak heran, pembicaraan mengenai pengobatannya, penyebab kanker, dan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit kangker selalu menjadi topik hangat. Namun ternyata, masih cukup banyak mitos seputar tentang kanker yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat.


Kanker terjadi ketika sel abnormal di dalam tubuh kita berkembang biak secara tidak terkendali. Akibatnya, jumlah sel pada tubuh kita akan semakin banyak dan mengganggu jaringan atau organ di sekitarnya.

4 Mitos Tentang Kanker Yang Terjadi Di Kehidupan Sehari Hari

Hingga pada saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab munculnya penyakit kanker itu. Namun, berbagai riset telah menunjukkan bahwa peningkatan resiko terkena kanker berkaitan dengan faktor keturunan, gaya hidup yang kurang sehat, atau penyakit tertentu, seperti obesitas.

Hingga kini, para ahli juga masih mempelajari kanker lebih lanjut guna untuk mengembangkan pengobatan yang paling efektif manjur dan menentukan langkah pencegahannya.

Mitos tentang Kanker yang Banyak Beredar

Meskipun masih banyak seputar kanker yang belum diketahui,  para ahli sebenarnya telah menemukan cukup bukti ilmiah terkait penyakit kanker tersebut. Beberapa fakta ilmiah tentang kanker tersebut ternyata tidak relevan dengan apa yang selama ini dipercaya oleh masyarakat umum.

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang kanker yang belum terbukti benar berserta faktanya:

1. Kanker pasti bersifat keturunan

Faktanya, hanya 10% pasien kanker yang mewarisi gen dari orang tuanya. Pada sebagian besar pasien kanker, mutasi gen terjadi setelah ia lahir, misalnya terjadi akibat paparan zat kimia yang berbahaya, mengonsumsi alkohol, kebiasaan merokok, atau memiliki berat badan berlebih, ataupun akibat penuaan.

Hal seperti ini berarti seseorang tanpa riwayat kanker di keluarganya bisa saja ia mengalami kanker jika tidak menjalani hidup sehat.

2. Konsumsi gula berlebihan akan mendorong pertumbuhan sel kanker

Ada anggapan bahwa dengan konsumsi gula berlebih dapat mendorong pertumbuhan sel pada kanker. Adalagi yang mengatakan bahwa bila seseorang telah berhenti mengonsumsi gula, maka kankernya dapat disembuhkan.

Faktanya adalah, membatasi gula tidak menghambat pertumbuhan sel pada kanker. Semua sel dalam tubuh tersebut baik yang bersifat kanker maupun yang normal, menggunakan gula sebagai sumber energi tubuh.

Akan tetapi, harus berhati hati jika konsumsi gula berlebih memang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Karena kedua penyakit inilah yang kemudian akan meningkatkan risiko terjadinya kanker.

3. Wadah Plastik dan Paparan Suhu Panas Menyebabkan Kanker?

Sering dikatakan bahwa mengonsumsi makanan, atau minuman  di dalam wadah plastik yang terpapar suhu yang panas, misalnya yang dimasukkan kedalam microwave, dapat menimbulkan kanker.

Faktanya adalah, tidak semua jenis plastik itu berbahaya saat dipanaskan. Bila ingin menghangatkan makanan ke dalam microwave menggunakan plastik, maka pilihlah wadah yang berlabel aman untuk dimasukkan ke microwave.

Selain itu, pernyataan bahwa botol plastik juga yang terkena panas dapat melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam air minum juga belum terbukti benar.

4. Biopsi dapat menyebarkan sel kanker

Kemungkinan sel kanker juga bisa menyebar karena prosedur biopsi sangat kecil. Hingga saat kini pun belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa biopsi juga bisa membuat sel kanker tersebar ke jaringan tubuh sekitarnya.

Justru penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat biopsi jauh lebih besar daripada riesikonya, karena dengan biopsi, dokter bisa menentukan apakah jaringan tubuh yang dicurigai kanker memang bersifat ganas atau ternyata jinak, serta juga menentukan stadium kanker. Setelah hal tersebut diketahui, barulah dokter bisa dapat menentukan langkah pengobatan yang paling sesuai.

Beberapa pada bahan herbal memang dapat membantu meringankan pada gejala kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker, tetapi juga tidak dapat mengobati penyakit kanker. Oleh karena itu, jadii berhati-hatilah saat menggunakan produk herbal karena beberapa di antaranya bisa dapat mengganggu efektivitas radioterapi atau kemoterapi.

Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker tersebut, disarankan untuk selalu menjalani pola hidup yang sehat. Selain itu, lakukanlah pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker ke dokter jika memang Kamu punya faktor risiko kanker, misalnya memiliki anggota keluarga yang memiliki sakit kanker.

0 Response to "4 Mitos Tentang Kanker Yang Terjadi Di Kehidupan Sehari Hari"

Posting Komentar